Advertisement
BINTAN — Ketua Fraksi PKS DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Hanafi Ekra, mendesak Pemerintah Provinsi Kepri untuk segera memetakan serta memperbaiki jalan-jalan provinsi yang mengalami kerusakan khususnya di Bintan dan Lingga. Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan yang tidak layak dapat menghambat mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait jalan-jalan yang rusak di berbagai wilayah Kepri. Khususnya di Dapil saya Bintan dan Lingga. Oleh karena itu, kami mendorong Pemprov agar melakukan pemetaan yang akurat dan segera mengambil langkah konkret untuk perbaikannya, serta perlu juga perawatan berkala jalan provinsi di dua kabupaten akibat akar pohon dan faktor genangan air pasca cuaca ekstrem” ujar Hanafi Ekra dalam keterangannya, Selasa (18/3).
Ia menambahkan, infrastruktur jalan merupakan faktor krusial dalam mendukung aktivitas perekonomian, terutama bagi sektor logistik dan pariwisata. Dengan kondisi jalan yang baik, distribusi barang serta akses ke berbagai destinasi wisata akan semakin lancar, yang pada akhirnya berdampak positif bagi perekonomian daerah.
Selain itu, legislator yang terpilih dari Dapil Bintan – Lingga ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap proyek perbaikan jalan agar kualitasnya terjamin. Ia meminta agar pengerjaan dilakukan sesuai dengan standar teknis yang berlaku guna memastikan ketahanan jalan dalam jangka panjang.
“Kita tidak ingin proyek jalan hanya bertahan sebentar lalu rusak kembali. Perencanaan dan pengawasan harus benar-benar diperhatikan,” tambahnya.
Hanafi Ekra berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan perbaikan jalan provinsi di Kepri. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan kondisi jalan yang membutuhkan perhatian pemerintah agar pembangunan infrastruktur berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Sekarang ini era digital, mungkin untuk memetakan jalan rusak Dinas PUPR mungkin bisa menggunakan e form laporan sehingga lebih mudah, murah dan terjangkau tidak perlu dibuat dalam kegiatan spesifik yang mungkin akan menyedot anggaran lagi,” tutupnya.